google yahoo msn youtube aol wikipedia  amazone  facebook twitter


Saturday, July 4, 2009

Home » » HUJAN BATU...HUJAN EMAS

HUJAN BATU...HUJAN EMAS



Hujan batu di negeri sendiri…Hujan emas di negeri orang
Mana yg lebih enak? Sama-sama tidak enak.. menurut saya. Yang enak kalau hujan besar terus tidur pakai selimut di kamar:D.Just a joke..
Apakah ada realitas yg mewakili perumpamaan itu.’ Hujan batu di negeri sendiri’ artinya banyak kekurangan, keterbatasan, kurang mendapat kemakmuran, ‘kering’, dan seterusnya yg dialami di daerah, negara atau tempat asal kita. Sedangkan ‘hujan emas di negeri orang’ maksudnya lebih banyak kemakmuran, uang, atauwhatever kita dapatkan meskipun kita harus pergi merantau, jauh dari tanah leluhur, keluarga, teman kecil dst. Jawabannya, mungkin ada. Jadi lebih pilih yang mana? Yang pasti setiap orang punya pilihan yg tidak sama. Saya sendiri? Maunya hujan emas di negeri sendiri…. hujan emas di negeri orang, enak kan?
Saya sendiri sudah ‘menjajah’ negeri orang setelah selesai dari SMP. Artinya, sudah hidup di negeri orang. Sejak SMA sudah tinggal terpisah dari orang tua, meskipun masih bisa seminggu atau dua minggu sekali pulang. Ini sudah menjadi latihan untuk tinggal di negeri orang. Namanya latihan, jangan yang berat-berat dong. Tapi memang banyak hujan di negeri orang, tapi hujan batu. Lho terus ngapain..? Lagi sekolah Mas, Mbak. Ibarat lagi ditempa di kawah candradimuka, pastinya dong bukan buat senang-senang.
Sampai melanjutkan kuliah di Surabaya, yang hanya setahun dan dilanjut di Bandung 4.5 tahun. Makin jauh dari ‘negeri sendiri. Masih saja banyak hujan di negeri orang; bisa pulangnya makin jarang, uang saku pas-pasan, dsb. Memang ada ‘hujan emas’ nya, tapi belum berbentuk cincin, kalung, atau gelang. Masih bijih emas, belum kelihatan. Sekarang apa sudah jadi cincin, gelang atau kalung emasnya? Belum juga, baru sedikit. Lho kok lama banget?
Habis kuliah kerja di Bintan sebentar dan lanjut ke tempat sekarang, masih di Riau. Makin jauh di negeri orang. Dan apa hujannya di Riau sekarang, emas atau batu? Dua-duanya ada. Lebih banyak yang mana? Ngga gampang jawabnya. Kalau membandingkan saya punya uang seribu dan salah satu teman saya punya dua ribu, itu nyata dan mudah mejawabnya siapa yang uangnya lebih banyak. Yang pasti saya bersyukur.
Whatever, istilah atau perumpamaan itu boleh dijadikan renungan. Apakah akan memilih hujan batu di negeri sendiri atau hujan emas di negeri orang. Yg paling baik, menurut saya, kalau kita bisa mendapatkan hujan emas di negeri sendiri.